SURABAYA - Sebanyak 49 guru dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto berkumpul di Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) kemarin (13/12). Para guru tersebut berlatih cara membuat blog dengan cepat dan mudah.
Ketua panitia IT Fiesta 2008 Yosi Kristian mengatakan, acara tersebut diadakan karena banyak guru yang belum bisa memanfaatkan fasilitas blog untuk menambah wawasan, berdiskusi, serta bertukar pikiran. "Memang sudah banyak dosen yang memiliki blog. Kalau guru belum banyak," ujarnya.
Menurut Yosi, blog merupakan media yang sangat fleksibel untuk digunakan dalam menambah wawasan. Selain media berdiskusi, blok sangat cocok untuk menuangkan ide, karya, serta pendapat tentang sebuah persoalan. "Saya rasa, guru sangat memerlukan media seperti blog agar wawasan mereka jauh lebih luas," katanya.
Kemarin sekolah tinggi di Jalan Ngagel Jaya Tengah itu mulai memberikan pelatihan kepada guru tentang tata cara mengakses dan membuat blog. Menurut Yosi, cara membuat blog tidak sulit dan tidak perlu menggunakan jasa orang lain. Guru pun bisa membuat dengan cara mengikuti panduan yang sangat sederhana. "Para guru cukup manfaatkan saja layanan blog gratis. Itu sudah cukup untuk sekadar berkomunikasi dengan dunia luar,'' jelasnya.
I. G. Magrey Fano, salah seorang peserta pelatihan, mengaku sudah bisa membayangkan manfaat yang akan dia dapat ketika memiliki blog. Dia juga sangat beruntung bisa membuat sendiri setelah dilatih tim dari iSTTS. "Hasil pelatihan ini akan saya tularkan kepada guru-guru di SMAK Santa Agnes Surabaya," katanya.
Yosi menjelaskan, pelatihan kemarin merupakan rangkaian kegiatan acara Ke-29 Dies Natalis iSTTS yang bertema IT Fiesta 2008. ''Kami merayakannya dengan membuat pelatihan membuat blog, pelatihan fotografi, serta lomba puzzle and logic tingkat SMA se-Jatim," ujarnya. (alb/fat)SURABAYA - Sebanyak 49 guru dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto berkumpul di Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) kemarin (13/12). Para guru tersebut berlatih cara membuat blog dengan cepat dan mudah.
Ketua panitia IT Fiesta 2008 Yosi Kristian mengatakan, acara tersebut diadakan karena banyak guru yang belum bisa memanfaatkan fasilitas blog untuk menambah wawasan, berdiskusi, serta bertukar pikiran. "Memang sudah banyak dosen yang memiliki blog. Kalau guru belum banyak," ujarnya.
Menurut Yosi, blog merupakan media yang sangat fleksibel untuk digunakan dalam menambah wawasan. Selain media berdiskusi, blok sangat cocok untuk menuangkan ide, karya, serta pendapat tentang sebuah persoalan. "Saya rasa, guru sangat memerlukan media seperti blog agar wawasan mereka jauh lebih luas," katanya.
Kemarin sekolah tinggi di Jalan Ngagel Jaya Tengah itu mulai memberikan pelatihan kepada guru tentang tata cara mengakses dan membuat blog. Menurut Yosi, cara membuat blog tidak sulit dan tidak perlu menggunakan jasa orang lain. Guru pun bisa membuat dengan cara mengikuti panduan yang sangat sederhana. "Para guru cukup manfaatkan saja layanan blog gratis. Itu sudah cukup untuk sekadar berkomunikasi dengan dunia luar,'' jelasnya.
I. G. Magrey Fano, salah seorang peserta pelatihan, mengaku sudah bisa membayangkan manfaat yang akan dia dapat ketika memiliki blog. Dia juga sangat beruntung bisa membuat sendiri setelah dilatih tim dari iSTTS. "Hasil pelatihan ini akan saya tularkan kepada guru-guru di SMAK Santa Agnes Surabaya," katanya.
Yosi menjelaskan, pelatihan kemarin merupakan rangkaian kegiatan acara Ke-29 Dies Natalis iSTTS yang bertema IT Fiesta 2008. ''Kami merayakannya dengan membuat pelatihan membuat blog, pelatihan fotografi, serta lomba puzzle and logic tingkat SMA se-Jatim," ujarnya. (alb/fat)
Selasa, 16 Desember 2008
Senin, 01 Desember 2008
Depdiknas Gagas Recognize Prior Learning
SURABAYA - Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap banyaknya guru yang belum mengenyam pendidikan strata satu (S-1). Terutama, para guru SD. Melalui Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Depdiknas berkonsentrasi mendorong para guru SD untuk bisa mengenyam S-1.
"Kami akan konsentrasikan penyekolahan guru pada guru-guru SD," kata Direktur Profesi Pendidik Dirjen PMPTK Depdiknas Achmad Dasuki di sela-sela memberikan materi seminar Kebangkitan Guru di Balairung Telkom Divre V Jatim kemarin (30/11).
Menurut Dasuki, guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV saat ini masih besar. Di antara 2.783.321 guru di Indonesia, 63 persen belum S-1. Artinya, ada 1.753.492 guru yang belum memiliki S-1. Sebanyak 1.041.793 orang di antaranya adalah guru SD. Rinciannya, 793.991 guru PNS dan 247.802 guru belum PNS.
"Mereka perlu disegerakan untuk S-1. Sebab, selain masalah peningkatan mutu, ini kan berkaitan erat dengan masalah kesejahteraan mereka," ujarnya. Maksudnya, kesejahteraan itu adalah sertifikasi guru. Nah, salah satu syarat sertifikasi adalah guru harus berpendidikan S-1. Jika seorang guru telah bersertifikat profesional, otomatis mereka akan mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP).
Dasuki mengatakan, tahun ini ada 170 ribu guru yang disekolahkan ke jenjang S-1. Masing-masing mendapatkan jatah Rp 2 juta per tahun. Pada 2009, jumlah guru yang disekolahkan bakal meningkat. Begitu juga unit cost yang mereka dapat. Total, ada 328 guru yang akan disekolahkan. Sedangkan unit cost atau pembiayaannya meningkat menjadi Rp 3,5 juta per tahun per orang.
Kuota guru yang disekolahkan oleh pemerintah tersebut berbeda di tiap-tiap provinsi. Itu bergantung pada jumlah guru yang belum S-1 di provinsi bersangkutan. Penghitungannya, menurut Dasuki, sama dengan perhitungan kuota sertifikasi. "Nanti kami serahkan pada provinsi tentang pengiriman guru yang disekolahkan ini. Yang diutamakan adalah guru-guru yang sudah tua. Mereka akan didahulukan," terangnya.
Guru-guru itu bisa memilih tiga program yang tersedia. Pertama, S-1 pendidikan jarak jauh (PJJ) Universitas Terbuka. Kedua, melalui tatap muka di LPTK (lembaga pendidik dan tenaga kependidikan). Ketiga, S-1 PJJ untuk pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). "Selain melalui tatap muka, kuliah kan bisa juga dilakukan melalui internet," tuturnya.
Selain itu, ada alternatif lain untuk meng-upgrade kualitas para guru tersebut. Yakni, menghitung setiap diklat-diklat yang diikuti guru. Diklat itu tentu bukan sembarangan, melainkan diklat yang berhubungan dengan peningkatan profesionalisme guru. "Jadi, kalau seminar-seminar biasa, ya tidak kami hitung," tegasnya.
Diklat tersebut akan dinilai menjadi SKS (satuan kredit semester). Dengan demikian, jika guru bersangkutan kuliah lagi untuk mengambil S-1, waktu kuliah tidak perlu lama. Sebab, mereka telah mempunyai tabungan SKS. Alternatif itu masih dibahas oleh konsultan Dirjen PMPTK. Jika sudah selesai, rancangan teknisnya akan dikonsultasikan dengan konsorsium LPTK. Jika konsorsium LPTK setuju, hal itu akan segera diajukan untuk menjadi peraturan menteri. "Ini namanya program recognize prior learning, yaitu menghitung kredit bawaan seperti diklat-diklat ini," jelasnya. (sha/hud)
"Kami akan konsentrasikan penyekolahan guru pada guru-guru SD," kata Direktur Profesi Pendidik Dirjen PMPTK Depdiknas Achmad Dasuki di sela-sela memberikan materi seminar Kebangkitan Guru di Balairung Telkom Divre V Jatim kemarin (30/11).
Menurut Dasuki, guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV saat ini masih besar. Di antara 2.783.321 guru di Indonesia, 63 persen belum S-1. Artinya, ada 1.753.492 guru yang belum memiliki S-1. Sebanyak 1.041.793 orang di antaranya adalah guru SD. Rinciannya, 793.991 guru PNS dan 247.802 guru belum PNS.
"Mereka perlu disegerakan untuk S-1. Sebab, selain masalah peningkatan mutu, ini kan berkaitan erat dengan masalah kesejahteraan mereka," ujarnya. Maksudnya, kesejahteraan itu adalah sertifikasi guru. Nah, salah satu syarat sertifikasi adalah guru harus berpendidikan S-1. Jika seorang guru telah bersertifikat profesional, otomatis mereka akan mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP).
Dasuki mengatakan, tahun ini ada 170 ribu guru yang disekolahkan ke jenjang S-1. Masing-masing mendapatkan jatah Rp 2 juta per tahun. Pada 2009, jumlah guru yang disekolahkan bakal meningkat. Begitu juga unit cost yang mereka dapat. Total, ada 328 guru yang akan disekolahkan. Sedangkan unit cost atau pembiayaannya meningkat menjadi Rp 3,5 juta per tahun per orang.
Kuota guru yang disekolahkan oleh pemerintah tersebut berbeda di tiap-tiap provinsi. Itu bergantung pada jumlah guru yang belum S-1 di provinsi bersangkutan. Penghitungannya, menurut Dasuki, sama dengan perhitungan kuota sertifikasi. "Nanti kami serahkan pada provinsi tentang pengiriman guru yang disekolahkan ini. Yang diutamakan adalah guru-guru yang sudah tua. Mereka akan didahulukan," terangnya.
Guru-guru itu bisa memilih tiga program yang tersedia. Pertama, S-1 pendidikan jarak jauh (PJJ) Universitas Terbuka. Kedua, melalui tatap muka di LPTK (lembaga pendidik dan tenaga kependidikan). Ketiga, S-1 PJJ untuk pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). "Selain melalui tatap muka, kuliah kan bisa juga dilakukan melalui internet," tuturnya.
Selain itu, ada alternatif lain untuk meng-upgrade kualitas para guru tersebut. Yakni, menghitung setiap diklat-diklat yang diikuti guru. Diklat itu tentu bukan sembarangan, melainkan diklat yang berhubungan dengan peningkatan profesionalisme guru. "Jadi, kalau seminar-seminar biasa, ya tidak kami hitung," tegasnya.
Diklat tersebut akan dinilai menjadi SKS (satuan kredit semester). Dengan demikian, jika guru bersangkutan kuliah lagi untuk mengambil S-1, waktu kuliah tidak perlu lama. Sebab, mereka telah mempunyai tabungan SKS. Alternatif itu masih dibahas oleh konsultan Dirjen PMPTK. Jika sudah selesai, rancangan teknisnya akan dikonsultasikan dengan konsorsium LPTK. Jika konsorsium LPTK setuju, hal itu akan segera diajukan untuk menjadi peraturan menteri. "Ini namanya program recognize prior learning, yaitu menghitung kredit bawaan seperti diklat-diklat ini," jelasnya. (sha/hud)
Lulusan SMA Dapat Sekolah Lagi di SMK
SURABAYA - Jika para lulusan SMA masih ingin mendalami bidang keterampilan tertentu di sekolah menengah kejuruan (SMK), Dispendik bakal memberikan pintu. Tahun mendatang, Dispendik siap mengeluarkan kebijakan menerima lulusan SMA untuk bersekolah kembali di SMK.
Wacana tersebut dilontarkan Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas Prof Dr Suyanto ketika meresmikan Surabaya sebagai kota vokasi dan membuka OSTN (Olimpiade Sains Terapan Nasional) 2008 di SMKN 5 Surabaya Sabtu lalu (29/11).
''Ya, kami akan menangkap peluang yang diberikan pusat itu dan langsung menjalankannya,'' ujar Kepala Dispendik Kota Surabaya Sahudi.
Menurut dia, keinginan menerima lulusan SMA di SMK itu sebenarnya muncul sejak dulu. Pertimbangannya, banyak sekali lulusan SMA yang menganggur karena tidak mempunyai keterampilan apa pun. Namun, pihaknya belum sempat menggarap usul tersebut ke pusat. ''Nah, dengan masuk SMK, mereka akan mendapatkan keterampilan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri,'' katanya.
Sahudi menjelaskan, salah satu nilai tambah program itu nanti adalah ijazah SMK yang didapatkan lulusan SMA. Selain mendapatkan ijazah dan keterampilan, lulusan SMA yang berminat masuk SMK tidak perlu sekolah tiga tahun. Sebab, mereka tentu sudah menguasai kompetensi dasar yang telah diajarkan saat di bangku SMA.
''Di SMK nanti dia hanya belajar keterampilan yang diinginkan. Misalnya saja ingin membuka bengkel, ya masuk jurusan otomotif,'' jelas Sahudi.
Pembentukan desain SMK nonformal itu akan segera digarap. Dispendik segera berkonsultasi dengan pusat. Dengan demikian, Sahudi berharap agar pada awal tahun depan atau setidaknya pada penerimaan siswa baru (PSB), SMK nonformal tersebut bisa dijalankan.
Pria kelahiran Banyuwangi itu menyatakan sangat senang dengan umpan yang diberikan pusat tersebut. Selain mengukuhkan Surabaya sebagi kota vokasi, program itu diyakini bakal membantu ratusan lulusan SMA yang masih menganggur. Tidak tertutup kemungkinan siswa yang putus sekolah di SMA bisa melanjutkan ke SMK nonformal tersebut.
''Yang penting sekarang adalah segera membuat grand desain SMK nonformal ini. Dengan demikian, para lulusan yang masih menganggur ini bisa terbantu,'' tegasnya. (sha/hud)
Wacana tersebut dilontarkan Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas Prof Dr Suyanto ketika meresmikan Surabaya sebagai kota vokasi dan membuka OSTN (Olimpiade Sains Terapan Nasional) 2008 di SMKN 5 Surabaya Sabtu lalu (29/11).
''Ya, kami akan menangkap peluang yang diberikan pusat itu dan langsung menjalankannya,'' ujar Kepala Dispendik Kota Surabaya Sahudi.
Menurut dia, keinginan menerima lulusan SMA di SMK itu sebenarnya muncul sejak dulu. Pertimbangannya, banyak sekali lulusan SMA yang menganggur karena tidak mempunyai keterampilan apa pun. Namun, pihaknya belum sempat menggarap usul tersebut ke pusat. ''Nah, dengan masuk SMK, mereka akan mendapatkan keterampilan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri,'' katanya.
Sahudi menjelaskan, salah satu nilai tambah program itu nanti adalah ijazah SMK yang didapatkan lulusan SMA. Selain mendapatkan ijazah dan keterampilan, lulusan SMA yang berminat masuk SMK tidak perlu sekolah tiga tahun. Sebab, mereka tentu sudah menguasai kompetensi dasar yang telah diajarkan saat di bangku SMA.
''Di SMK nanti dia hanya belajar keterampilan yang diinginkan. Misalnya saja ingin membuka bengkel, ya masuk jurusan otomotif,'' jelas Sahudi.
Pembentukan desain SMK nonformal itu akan segera digarap. Dispendik segera berkonsultasi dengan pusat. Dengan demikian, Sahudi berharap agar pada awal tahun depan atau setidaknya pada penerimaan siswa baru (PSB), SMK nonformal tersebut bisa dijalankan.
Pria kelahiran Banyuwangi itu menyatakan sangat senang dengan umpan yang diberikan pusat tersebut. Selain mengukuhkan Surabaya sebagi kota vokasi, program itu diyakini bakal membantu ratusan lulusan SMA yang masih menganggur. Tidak tertutup kemungkinan siswa yang putus sekolah di SMA bisa melanjutkan ke SMK nonformal tersebut.
''Yang penting sekarang adalah segera membuat grand desain SMK nonformal ini. Dengan demikian, para lulusan yang masih menganggur ini bisa terbantu,'' tegasnya. (sha/hud)
Kamis, 27 November 2008
Janji pengumuman sertifikasi guru kuota 2008 awal Desember
Kamis, 27 November 2008 ] Sertifikasi Guru Kuota 2008
SURABAYA - Penantian para guru yang menunggu kepastian pengumuman kelulusan sertifikasi kuota 2008 segera terjawab. Tim sertifikasi Depdiknas menjanjikan awal Desember nanti pengumuman kelulusan sertifikasi dilakukan. Per 1 Januari 2009, mereka yang lulus berhak mendapat tunjangan profesi pendidik (TPP).
''Awal Desember sudah bisa diumumkan. Tidak sampai akhir bulan,'' kata Ketua Tim Sertifikasi Depdiknas A. Mukhadis setelah menghadiri seminar Hari Guru di ITS kemarin (26/11).
Saat ini, nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus sudah masuk dalam database. Data itu siap dikirim ke Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara seperti Unesa. Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk disebarluaskan ke guru-guru.
Anggaran TPP untuk peserta sertifikasi kuota 2008 sudah ada dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). ''Jika tidak segera diumumkan, tunjangan yang seharusnya didistribusikan bisa hangus,'' ujar Mukhadis.
Soal surat keputusan (SK) lulus sertifikasi, dia tidak bisa menjanjikan dapat diterbitkan bersamaan antara guru yang lolos jalur portofolio dan pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Bagi yang lolos melalui portofolio, tentu saja SK bisa didapatkan setelah mereka dinyatakan lulus. Bagi yang ikut PLPG tidak bisa demikian.
''Bagi yang memungkinkan, diterbitkan secara bersamaan. Yang tidak terjangkau, karena belum lulus PLPG, harus sabar menunggu giliran,'' ujarnya.
Ada kemungkinan PLPG bagi guru yang tidak lulus sertifikasi kuota 2008 molor dari jadwal yang ditentukan. Tim sertifikasi berharap sebelum akhir Desember pengumuman kelulusan peserta PLPG bisa dilaksanakan semua. Dengan begitu, mereka juga mendapat tunjangan profesi sama dengan guru yang telah lulus melalui jalur portofolio.
''Sampai minggu ketiga Desember nanti, kami akan evaluasi pelaksanaan PLPG untuk menentukan langkah selanjutnya,'' katanya. (may/hud)
Janji Pengumuman Awal Desember
SURABAYA - Penantian para guru yang menunggu kepastian pengumuman kelulusan sertifikasi kuota 2008 segera terjawab. Tim sertifikasi Depdiknas menjanjikan awal Desember nanti pengumuman kelulusan sertifikasi dilakukan. Per 1 Januari 2009, mereka yang lulus berhak mendapat tunjangan profesi pendidik (TPP).
''Awal Desember sudah bisa diumumkan. Tidak sampai akhir bulan,'' kata Ketua Tim Sertifikasi Depdiknas A. Mukhadis setelah menghadiri seminar Hari Guru di ITS kemarin (26/11).
Saat ini, nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus sudah masuk dalam database. Data itu siap dikirim ke Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara seperti Unesa. Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk disebarluaskan ke guru-guru.
Anggaran TPP untuk peserta sertifikasi kuota 2008 sudah ada dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). ''Jika tidak segera diumumkan, tunjangan yang seharusnya didistribusikan bisa hangus,'' ujar Mukhadis.
Soal surat keputusan (SK) lulus sertifikasi, dia tidak bisa menjanjikan dapat diterbitkan bersamaan antara guru yang lolos jalur portofolio dan pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Bagi yang lolos melalui portofolio, tentu saja SK bisa didapatkan setelah mereka dinyatakan lulus. Bagi yang ikut PLPG tidak bisa demikian.
''Bagi yang memungkinkan, diterbitkan secara bersamaan. Yang tidak terjangkau, karena belum lulus PLPG, harus sabar menunggu giliran,'' ujarnya.
Ada kemungkinan PLPG bagi guru yang tidak lulus sertifikasi kuota 2008 molor dari jadwal yang ditentukan. Tim sertifikasi berharap sebelum akhir Desember pengumuman kelulusan peserta PLPG bisa dilaksanakan semua. Dengan begitu, mereka juga mendapat tunjangan profesi sama dengan guru yang telah lulus melalui jalur portofolio.
''Sampai minggu ketiga Desember nanti, kami akan evaluasi pelaksanaan PLPG untuk menentukan langkah selanjutnya,'' katanya. (may/hud)
Sertifikasi
Selamat kepada bapak ibu guru yang telah menerima TPP kuota 2007
jangan lupa syukurannya ya pak/bu
dan selamat menjalankan diklat kepada bapak Zurianto untuk sertifikasi kuota 2008 serta selamat datang kepada bapak Fathul Arifin yang hari ini diklat hari terakhir juga tak lupa kepada bapak H.Asad dan A.Abudin yang sebentar lagi mengikuti diklat gelombang ke -4 semoga sukses
Tak ketinggalan kepada bapak ibu yang lolos dari diklat semoga lulus
jangan lupa syukurannya ya pak/bu
dan selamat menjalankan diklat kepada bapak Zurianto untuk sertifikasi kuota 2008 serta selamat datang kepada bapak Fathul Arifin yang hari ini diklat hari terakhir juga tak lupa kepada bapak H.Asad dan A.Abudin yang sebentar lagi mengikuti diklat gelombang ke -4 semoga sukses
Tak ketinggalan kepada bapak ibu yang lolos dari diklat semoga lulus
Sabtu, 08 November 2008
Jumat, 07 November 2008
Mendongkrak Prestasi Matematika
Phobia matematika masih kerap menghinggapi perasaan para siswa dari tingkat SD sampai dengan SMA, bahkan hingga perguruan tinggi.
Beberapa tahun lalu, hasil penelitian The Third International Mathematic and Science Study Repeat (TIMSS-R) menyebutkan bahwa di antara 38 negara, prestasi siswa SMP Indonesia berada pada urutan 34 untuk matematika. Sementara, hasil nilai matematika pada ujian nasional, pada semua tingkat dan jenjang pendidikan selalu terpaku pada angka yang rendah.
Keadaan ini tentu sangat ironis dengan kedudukan dan peran matematika untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan. Pasalnya, matematika merupakan induk ilmu pengetahuan. Tapi, ternyata matematika hingga saat ini belum menjadi pelajaran yang difavoritkan.
Rasa takut terhadap pelajaran matematika alias phobia matematika masih kerap menghinggapi perasaan para siswa dari tingkat SD sampai dengan SMA, bahkan hingga perguruan tinggi. Padahal, matematika bukan pelajaran yang sulit. Dengan kata lain, sebagaimana dituturkan oleh ahli matematika ITB Iwan Pranoto, setiap orang bisa bermatematika.
Menurut Iwan, masalah fobia matematika kerap dianggap sangat krusial dibandingkan bidang studi lainnya karena sejak SD bahkan TK, siswa sudah diajarkan matematika. Kalau fisika, baru diajarkan di tingkat SMP. Karena itu, fobia fisika menjadi tidak begitu krusial dibandingkan matematika. Apalagi Kimia yang baru diajarkan ketika tingkat SMA.
Agar matematika menjadi menarik, banyak hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah faktor kreativitas guru. Yakni, kreativitas guru dalam menyampaikan materi atau kreativitas dalam hal menyajikan materi matematika pada murid-muridnya. Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Depdiknas Baedhowi menyatakan, para guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar untuk menumbuhkan minat belajar para siswa.
Guru, kata Baedhowi, juga dituntut kreatif mengembangkan kemampuan mengajar dan mengembangkan pedagogik dalam proses pembelajaran. Wawasan guru juga diharapkan tidak terjebak pada buku teks semata. '''Jiwa enterpreneurship yang dimiliki oleh seorang guru bukanlah enterpreneurship seperti seorang pengusaha, tetapi terkait kreativitas,'' ujarnya.
Menurut Baedhowi keterampilan seperti memasak dan membuat alat peraga pendidikan yang sederhana merupakan contoh nyata sebuah kreativitas. Guru-guru membuat alat peraga sederhana, lanjut dia, adalah bentuk suatu kreativitas. ''Jadi, yang namanya belajar tidak harus beli alat dari pabrik, tetapi bisa bikin sendiri. Bejana berhubungan bisa dibikin sendiri. Untuk menjelaskan pelajaran matematika dapat menggunakan lidi,'' jelasnya.
Bila guru kreatif dalam cara mengajarnya, kata Baedhowi, kemungkinan besar matematika yang diajarkannya tersebut akan menarik bagi siswa. ''Tak lagi ditakuti apalagi dibenci,'' tegasnya.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru matematika, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bekerja sama dengan Netherlands Education Support Office (Neso) memberikan beasiswa Program Master (S2) ke Belanda. Beasiswa diberikan bagi dosen dan calon dosen baru (CTAB) yang berkualifikasi Sarjana Pendidikan Matematika atau Matematika, serta guru Matematika sekolah.
Lebih khusus lagi, program yang diprakarsai oleh tim Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ini ditujukan untuk pengembangan double degree tingkat master di bidang Pendidikan Matematika Realistik atau Terapan. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti Depdiknas Muchlas Samani dengan Direktur Neso Indonesia Marrik Bellen, pada Kamis (30/10). Hadir menyaksikan penandatanganan MoU Direktur Jenderal Dikti Depdiknas, Fasli Jalal.
Fasli mengatakan, para penerima beasiswa akan mendapatkan pengalaman satu tahun belajar di Belanda dan setelah lulus akan mendapatkan ijazah internasional. Dia berharap, dengan kerja sama ini maka pendidikan guru dan dosen matematika di Indonesia akan makin meningkat mutunya. ''Setara dengan di luar negeri,'' katanya.
Muchlas menyampaikan, pada 2008 sebanyak 15 orang akan mendapatkan beasiswa penuh dari Neso dan Ditjen Dikti. Dia menjelaskan, program ini akan dilaksanakan selama dua tahun dan dua bulan. Perkuliahan dilaksanakan selama delapan bulan di Indonesia yakni di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Sriwijaya Palembang, serta selama satu tahun di University of Utrecht Belanda. ''Selanjutnya, mahasiswa akan melakukan penelitian selama enam bulan di Indonesia,'' katanya.
Adapun persyaratan untuk mendapatkan beasiswa adalah warga negara Indonesia, Pendidikan minimal S1 Pendidikan Matematika atau Matematika dengan IPK mimimal 2,75 dan memiliki pengalaman kerja di bidang matematika minimal dua tahun di institusi terakhir atau telah ditunjuk secara formal oleh rektor menjadi pengajar di institusi yang bersangkutan sebagai CTAB.
Syarat lainnya adalah bersedia mengikuti dan menyelesaikan seluruh perkuliahan selama menerima beasiswa, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik (ITP TOEFL minimal 450), kondisi kesehatan yang baik, tidak menempuh studi di luar negeri dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Usia tidak lebih dari 40 tahun untuk pria, dan 45 untuk wanita per 1 Desember 2009. Batas akhir registrasi pada 31 Desember 2008.
Formulir pendaftaran dapat diunduh di laman www.pmri.or. id. ''Gelar yang diterima nanti adalah Master of Science (MSc) dalam bidang pendidikan matematika,'' cetus Muchlas.
Sementara, Fasli berharap dengan adanya program tersebut, akan memperkuat program studi matematika realistik di Indonesia. ''Kualitas lulusannya internasional dan memiliki standar untuk mengajar di sekolah-sekolah berstandar internasioal,'' tegasnya.
Jawara di Kompetisi Matematika
Secara keseluruhan, prestasi siswa-siswa Indonesia di bidang matematika mungkin masih dinilai rendah. Namun di level internasional, beberapa siswa terpilih justru menunjukkan diri mampu berprestasi maksimal di bidang matematika sepanjang tahun 2008.
Yang paling terbaru, para siswa Indonesia berhasil meraih tiga medali emas, 16 medali perak, dan 30 medali perunggu pada ajang Kompetisi Matematika Internasional atau International Mathematic Competition (IMC) 2008 yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 25 hingga 30 Oktober 2008.
Hasil peroleh medali itu menempatkan Indonesia pada posisi tiga setelah Cina dan Taiwan. Peringkat Indonesia berada di atas tuan rumah Thailand. IMC 2008 diikuti oleh 580 siswa dari 25 negara. Pada ajang ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 38 siswa dan sebanyak 36 siswa berhasil meraih medali.
Sebelumnya, para siswa Indonesia juga memperlihatkan prestasinya di kancah internasional. Ketika, mereka berhasil merebut lima medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dalam 12th Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest (PMWC) di berlangsung Hongkong pada 12 hingga 16 Juli 2008.
Para siswa Indonesia pada 10 hingga 22 Juli 2008 lalu melalui Tim Olimpiade Matematika Indonesia juga meraih medali perak, dan dua perunggu, serta dua penghargaan 'honorable mention' pada International Mathematics Olympiad (IMO 2008) yang berlangsung di Madrid, Spanyol.
Agaknya, pembelajaran dan pelatihan yang diperoleh para peserta kompetisi dan olimpiade ini bisa diterapkan kepada seluruh siswa di Indonesia untuk mendongkrak prestasi matematika secara keseluruhan. eye
Beberapa tahun lalu, hasil penelitian The Third International Mathematic and Science Study Repeat (TIMSS-R) menyebutkan bahwa di antara 38 negara, prestasi siswa SMP Indonesia berada pada urutan 34 untuk matematika. Sementara, hasil nilai matematika pada ujian nasional, pada semua tingkat dan jenjang pendidikan selalu terpaku pada angka yang rendah.
Keadaan ini tentu sangat ironis dengan kedudukan dan peran matematika untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan. Pasalnya, matematika merupakan induk ilmu pengetahuan. Tapi, ternyata matematika hingga saat ini belum menjadi pelajaran yang difavoritkan.
Rasa takut terhadap pelajaran matematika alias phobia matematika masih kerap menghinggapi perasaan para siswa dari tingkat SD sampai dengan SMA, bahkan hingga perguruan tinggi. Padahal, matematika bukan pelajaran yang sulit. Dengan kata lain, sebagaimana dituturkan oleh ahli matematika ITB Iwan Pranoto, setiap orang bisa bermatematika.
Menurut Iwan, masalah fobia matematika kerap dianggap sangat krusial dibandingkan bidang studi lainnya karena sejak SD bahkan TK, siswa sudah diajarkan matematika. Kalau fisika, baru diajarkan di tingkat SMP. Karena itu, fobia fisika menjadi tidak begitu krusial dibandingkan matematika. Apalagi Kimia yang baru diajarkan ketika tingkat SMA.
Agar matematika menjadi menarik, banyak hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah faktor kreativitas guru. Yakni, kreativitas guru dalam menyampaikan materi atau kreativitas dalam hal menyajikan materi matematika pada murid-muridnya. Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Depdiknas Baedhowi menyatakan, para guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar untuk menumbuhkan minat belajar para siswa.
Guru, kata Baedhowi, juga dituntut kreatif mengembangkan kemampuan mengajar dan mengembangkan pedagogik dalam proses pembelajaran. Wawasan guru juga diharapkan tidak terjebak pada buku teks semata. '''Jiwa enterpreneurship yang dimiliki oleh seorang guru bukanlah enterpreneurship seperti seorang pengusaha, tetapi terkait kreativitas,'' ujarnya.
Menurut Baedhowi keterampilan seperti memasak dan membuat alat peraga pendidikan yang sederhana merupakan contoh nyata sebuah kreativitas. Guru-guru membuat alat peraga sederhana, lanjut dia, adalah bentuk suatu kreativitas. ''Jadi, yang namanya belajar tidak harus beli alat dari pabrik, tetapi bisa bikin sendiri. Bejana berhubungan bisa dibikin sendiri. Untuk menjelaskan pelajaran matematika dapat menggunakan lidi,'' jelasnya.
Bila guru kreatif dalam cara mengajarnya, kata Baedhowi, kemungkinan besar matematika yang diajarkannya tersebut akan menarik bagi siswa. ''Tak lagi ditakuti apalagi dibenci,'' tegasnya.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru matematika, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) bekerja sama dengan Netherlands Education Support Office (Neso) memberikan beasiswa Program Master (S2) ke Belanda. Beasiswa diberikan bagi dosen dan calon dosen baru (CTAB) yang berkualifikasi Sarjana Pendidikan Matematika atau Matematika, serta guru Matematika sekolah.
Lebih khusus lagi, program yang diprakarsai oleh tim Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ini ditujukan untuk pengembangan double degree tingkat master di bidang Pendidikan Matematika Realistik atau Terapan. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti Depdiknas Muchlas Samani dengan Direktur Neso Indonesia Marrik Bellen, pada Kamis (30/10). Hadir menyaksikan penandatanganan MoU Direktur Jenderal Dikti Depdiknas, Fasli Jalal.
Fasli mengatakan, para penerima beasiswa akan mendapatkan pengalaman satu tahun belajar di Belanda dan setelah lulus akan mendapatkan ijazah internasional. Dia berharap, dengan kerja sama ini maka pendidikan guru dan dosen matematika di Indonesia akan makin meningkat mutunya. ''Setara dengan di luar negeri,'' katanya.
Muchlas menyampaikan, pada 2008 sebanyak 15 orang akan mendapatkan beasiswa penuh dari Neso dan Ditjen Dikti. Dia menjelaskan, program ini akan dilaksanakan selama dua tahun dan dua bulan. Perkuliahan dilaksanakan selama delapan bulan di Indonesia yakni di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Sriwijaya Palembang, serta selama satu tahun di University of Utrecht Belanda. ''Selanjutnya, mahasiswa akan melakukan penelitian selama enam bulan di Indonesia,'' katanya.
Adapun persyaratan untuk mendapatkan beasiswa adalah warga negara Indonesia, Pendidikan minimal S1 Pendidikan Matematika atau Matematika dengan IPK mimimal 2,75 dan memiliki pengalaman kerja di bidang matematika minimal dua tahun di institusi terakhir atau telah ditunjuk secara formal oleh rektor menjadi pengajar di institusi yang bersangkutan sebagai CTAB.
Syarat lainnya adalah bersedia mengikuti dan menyelesaikan seluruh perkuliahan selama menerima beasiswa, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik (ITP TOEFL minimal 450), kondisi kesehatan yang baik, tidak menempuh studi di luar negeri dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Usia tidak lebih dari 40 tahun untuk pria, dan 45 untuk wanita per 1 Desember 2009. Batas akhir registrasi pada 31 Desember 2008.
Formulir pendaftaran dapat diunduh di laman www.pmri.or. id. ''Gelar yang diterima nanti adalah Master of Science (MSc) dalam bidang pendidikan matematika,'' cetus Muchlas.
Sementara, Fasli berharap dengan adanya program tersebut, akan memperkuat program studi matematika realistik di Indonesia. ''Kualitas lulusannya internasional dan memiliki standar untuk mengajar di sekolah-sekolah berstandar internasioal,'' tegasnya.
Jawara di Kompetisi Matematika
Secara keseluruhan, prestasi siswa-siswa Indonesia di bidang matematika mungkin masih dinilai rendah. Namun di level internasional, beberapa siswa terpilih justru menunjukkan diri mampu berprestasi maksimal di bidang matematika sepanjang tahun 2008.
Yang paling terbaru, para siswa Indonesia berhasil meraih tiga medali emas, 16 medali perak, dan 30 medali perunggu pada ajang Kompetisi Matematika Internasional atau International Mathematic Competition (IMC) 2008 yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 25 hingga 30 Oktober 2008.
Hasil peroleh medali itu menempatkan Indonesia pada posisi tiga setelah Cina dan Taiwan. Peringkat Indonesia berada di atas tuan rumah Thailand. IMC 2008 diikuti oleh 580 siswa dari 25 negara. Pada ajang ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 38 siswa dan sebanyak 36 siswa berhasil meraih medali.
Sebelumnya, para siswa Indonesia juga memperlihatkan prestasinya di kancah internasional. Ketika, mereka berhasil merebut lima medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dalam 12th Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest (PMWC) di berlangsung Hongkong pada 12 hingga 16 Juli 2008.
Para siswa Indonesia pada 10 hingga 22 Juli 2008 lalu melalui Tim Olimpiade Matematika Indonesia juga meraih medali perak, dan dua perunggu, serta dua penghargaan 'honorable mention' pada International Mathematics Olympiad (IMO 2008) yang berlangsung di Madrid, Spanyol.
Agaknya, pembelajaran dan pelatihan yang diperoleh para peserta kompetisi dan olimpiade ini bisa diterapkan kepada seluruh siswa di Indonesia untuk mendongkrak prestasi matematika secara keseluruhan. eye
Sabtu, 01 November 2008
DAFTAR NILAI UTS KLS XI-IA-4
| No. | NIS | Nama | uts |
| 1 | 5441 | Ahmad Ulul Albab | 78.50 |
| 2 | 5449 | Ali Murtadlo | 54.00 |
| 3 | 5450 | Angga Dwi Fakhria | 80.00 |
| 4 | 5452 | Anneke Fajarwati Susilo | 76.50 |
| 5 | 5461 | Arraya Eritha Barcelona | 85.00 |
| 6 | 5467 | Azza Romiyatul Mafazah | 82.00 |
| 7 | 5472 | Betty Wahyuningtyas | 63.50 |
| 8 | 5477 | Christyanti Juwita | 73.00 |
| 9 | 5485 | Dien Rosma Diana | 72.50 |
| 10 | 5502 | Erlina Dwi Oktavianah | 76.00 |
| 11 | 5509 | Fakhruddin 'Aini | 71.50 |
| 12 | 5513 | Farid Syaifudin | 76.00 |
| 13 | 5514 | Farouk Aditya Rahman | 66.00 |
| 14 | 5517 | Febrianah Sya'baniyah | 62.00 |
| 15 | 5522 | Ferri Iswahyudi | 82.00 |
| 16 | 5529 | Fredi Candra | 79.50 |
| 17 | 5535 | Heny Oktavia | 65.00 |
| 18 | 5538 | Idah Fitriah | 72.00 |
| 19 | 5544 | Imroatul Layyinah | 71.50 |
| 20 | 5546 | Indah Nur Hakimah | 75.50 |
| 21 | 5562 | Khusnul Ma'arif | 75.50 |
| 22 | 5566 | Lili Adityawati | 82.50 |
| 23 | 5587 | Moh. Bagus Eko Hariyanto | 89.50 |
| 24 | 5591 | Moh. Wahyu Firmansyah | 82.50 |
| 25 | 5592 | Mohamad Rizalul Hafiz | 89.50 |
| 26 | 5602 | Muhammad Bujairimi | 89.50 |
| 27 | 5607 | Muhammad Izat Fuadi | 84.00 |
| 28 | 5619 | Nailatul Izzah | 78.00 |
| 29 | 5622 | Najahatis Sulthoniyah | 81.00 |
| 30 | 5624 | Nia Nur Laili | 66.00 |
| 31 | 5635 | Nur Qomariyah | 75.50 |
| 32 | 5637 | Nur Rahma Wakhidiyah | 77.50 |
| 33 | 5645 | Nurul Wahyuni | 67.50 |
| 34 | 5651 | Rahmat Rizkianto Fahmi | 46.50 |
| 35 | 5656 | Redma Julianah | 61.50 |
| 36 | 5660 | Ribut Rawit | 71.00 |
| 37 | 5672 | Robi'atul Adawiyah | 72.50 |
| 38 | 5675 | Rosa Ayuningtyas G. | 67.00 |
| 39 | 5680 | Silma Arfiddya Anjar K | 61.50 |
| 40 | 5691 | Suci Melinda Sari | 37.00 |
| 41 | 5719 | Yeni Rohma Yanti | 71.50 |
DAFTAR NILAI UTS KLS XI-IA-3
| No. | NIS | Nama | uts |
| 1 | 5447 | Ali Dawam | 79.00 |
| 2 | 5458 | Arif Wahyu Hidayat | 70.00 |
| 3 | 5464 | Awaliyah Oktaviana | 58.00 |
| 4 | 5475 | Chasanatur Rachmah | 49.50 |
| 5 | 5480 | Dendy Aditya Januaaltin | 44.00 |
| 6 | 5494 | Eka Nisa'ul Akromah | 57.00 |
| 7 | 5501 | Emmy Purnamasari | 58.50 |
| 8 | 5507 | Fajar Setya Bangkit | 93.00 |
| 9 | 5512 | Farah Elva Febriana | 43.50 |
| 10 | 5515 | Fayruzza Nurrahmi | 57.50 |
| 11 | 5528 | Fitrotun Nufus | 38.50 |
| 12 | 5533 | Haris Budi Erwanto | 71.00 |
| 13 | 5534 | Hasnisa' | 63.50 |
| 14 | 5537 | Ibnu Bagus Waskito | 56.00 |
| 15 | 5542 | Ima Febrianita Damayanti | 59.50 |
| 16 | 5555 | Khakimatuz Zahidiyah | 67.50 |
| 17 | 5558 | Kholilur Rohman | 57.50 |
| 18 | 5570 | Luluk Indah Suryaningsih | 38.50 |
| 19 | 5571 | Lusi Ulisfah | 53.50 |
| 20 | 5573 | M. Farid Hidayat | 60.00 |
| 21 | 5576 | Mar'atul Firdaus | 48.00 |
| 22 | 5579 | Meda Yurita Prasanti | 54.50 |
| 23 | 5584 | Moch. Agung Puji Saputro | 72.50 |
| 24 | 5589 | Moh. Ian Haris Kusuma | 76.00 |
| 25 | 5595 | Much. Syaifuddin | 79.50 |
| 26 | 5599 | Muh. Zaky Mubarok | 85.50 |
| 27 | 5618 | Nafi'atur Rosyidah | 64.50 |
| 28 | 5621 | Nailir Risfah | 69.00 |
| 29 | 5641 | Nuri Rosyada | 58.50 |
| 30 | 5661 | Rieska Foni Yuniar | 67.00 |
| 31 | 5662 | Rina Nur Ariefiyah | 54.00 |
| 32 | 5665 | Rini | 59.50 |
| 33 | 5670 | Riza Rifiya | 78.50 |
| 34 | 5671 | Rizchi Puspitasari | 78.00 |
| 35 | 5679 | Sholihatin Fitriyah | 64.50 |
| 36 | 5692 | Suciati Candra Aulia | 55.00 |
| 37 | 5695 | Sulung Sandra Fardiansyah | 68.00 |
| 38 | 5700 | Taufiqur Rakhmadi | 64.50 |
| 39 | 5703 | Tsuwaibatul Aslamiyah | 60.00 |
| 40 | 5712 | Wardatul Hikmah | 54.00 |
| 41 | 5721 | Yugo Prasetyo Rahmawan | 58.50 |
SOAL REMIDI KLS XI-IA-3/4
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Program : XI - IPA
Selamat Bekerja
1. Sumbangan rata-rata dari 25 siswa adalah Rp 35.000,-. Jika besar sumbangan dari seorang yang bernama Abu ditambahkan, maka sumbangan rata-rata menjadi Rp 37.000,-. Ini berarti besar sumbangan Abu adalah ... .
2. Tabel di bawah ini mempunyai Modus ... .
3. Median dari data di bawah ini adalah … .
4. Simpangan baku dari data : 6, 7, 4, 5, 8 adalah … .
5. Adi, Ani, Ayu, Aida dan Agus akan duduk di tempat duduk yang diatur segaris lurus. Banyaknya susunan tempat duduk mereka, jika Adi dan Agus harus selalu berdekatan dengan Ani adalah ... .
6. Petugas perpustakaan akan menyusun 4 buku Fisika yang sama, 3 buku Kimia yang sama dan 2 buku Biologi yang sama. Banyaknya susunan berbeda yang dapat dibuat adalah ... .
7. Pada percobaan satu set kartu bridge diambil secara acak empat kartu sekaligus satu kali, maka banyaknya ruang sampel adalah ... .
8. Dari sebuah kotak berisi 6 kelereng putih dan 4 kelereng merah. Jika dari kotak itu diambil 2 kelereng sekaligus secara acak sebanyak satu kali , maka terambilnya keduanya kelereng berwarna merah adalah ... .
9. Dua buah dadu dilempar bersamaan sebanyak satu kali. Peluang munculnya mata dadu berjumlah 5 atau 7 adalah ... .
10. Dalam sebuah kotak berisi 7 bola putih dan 3 bola merah. Jika dari dalam kotak itu diambil satu bola berturut-turut dua kali tanpa pengembalian . Peluang terambilnya bola pertama merah dan bola kedua putih adalah ... .
DIKUMPULKAN HARI/TANGGAL SENIN, 3 NOVEMBER 2008 DI PAK MANAF atau hasil pekerjaan dapat di kirimkan ke email : nada_mrz@ymail.com
Kelas/Program : XI - IPA
Selamat Bekerja
1. Sumbangan rata-rata dari 25 siswa adalah Rp 35.000,-. Jika besar sumbangan dari seorang yang bernama Abu ditambahkan, maka sumbangan rata-rata menjadi Rp 37.000,-. Ini berarti besar sumbangan Abu adalah ... .
2. Tabel di bawah ini mempunyai Modus ... .
| Nilai | Frekuensi |
| 31 – 35 | 5 |
| 36 – 40 | 10 |
| 41 – 45 | 22 |
| 46 – 50 | 25 |
| 51 – 55 | 13 |
| 56 – 60 | 5 |
3. Median dari data di bawah ini adalah … .
| Nilai | Frekuensi |
| 04 – 07 | 6 |
| 08 – 11 | 10 |
| 12 – 15 | 40 |
| 16 – 19 | 18 |
| 20 – 23 | 16 |
| 24 – 27 | 10 |
4. Simpangan baku dari data : 6, 7, 4, 5, 8 adalah … .
5. Adi, Ani, Ayu, Aida dan Agus akan duduk di tempat duduk yang diatur segaris lurus. Banyaknya susunan tempat duduk mereka, jika Adi dan Agus harus selalu berdekatan dengan Ani adalah ... .
6. Petugas perpustakaan akan menyusun 4 buku Fisika yang sama, 3 buku Kimia yang sama dan 2 buku Biologi yang sama. Banyaknya susunan berbeda yang dapat dibuat adalah ... .
7. Pada percobaan satu set kartu bridge diambil secara acak empat kartu sekaligus satu kali, maka banyaknya ruang sampel adalah ... .
8. Dari sebuah kotak berisi 6 kelereng putih dan 4 kelereng merah. Jika dari kotak itu diambil 2 kelereng sekaligus secara acak sebanyak satu kali , maka terambilnya keduanya kelereng berwarna merah adalah ... .
9. Dua buah dadu dilempar bersamaan sebanyak satu kali. Peluang munculnya mata dadu berjumlah 5 atau 7 adalah ... .
10. Dalam sebuah kotak berisi 7 bola putih dan 3 bola merah. Jika dari dalam kotak itu diambil satu bola berturut-turut dua kali tanpa pengembalian . Peluang terambilnya bola pertama merah dan bola kedua putih adalah ... .
DIKUMPULKAN HARI/TANGGAL SENIN, 3 NOVEMBER 2008 DI PAK MANAF atau hasil pekerjaan dapat di kirimkan ke email : nada_mrz@ymail.com
SOAL REMIDI KELAS X
Soal
01. Tentukan nilai dari
= … .
02. Tentukan bentuk sederhana dari:
03. Log 400 + log 2,5 = … .
04. Sederhanakan![]()
05. Nilai x yang memenuhi persamaan: 35x –1 =27x +3 adalah … .
06. Nilai x yang memenuhi 3log (x +2) = 3 adalah … .
07. Berikan contoh fungsi Surjektif
08. Diketahui persamaan fungsii kuadrat y = -2x2 +5x - 2 , tentukan i titik potong dengan sumbu Y, sumbu X dan persamaan sumbu simetri .
09. Tentukan akar-akar dari persamaan 12x2 +5x -2 = 0 .
10. Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan x2 > 2x + 8 .
11. Persamaan kuadrat x2 + (m -2)x + m = 0 ,akar-akarnya p dan q, Jika
maka tentukan nilai m.
DAFTAR NILAI UTS KELAS x-2
| No. | NIS | Nama | uts |
| 1 | 5746 | Agiel Indra Atmajaya | 46 |
| 2 | 5755 | Ahmad Romadhoni | 55 |
| 3 | 5777 | Bagus Alif Firmansyah | 31.5 |
| 4 | 5780 | Bayu Bramanta | 40 |
| 5 | 5802 | Dwi Indah Rahayu | 36.5 |
| 6 | 5811 | Esti Tri Wulan | 25 |
| 7 | 5817 | Fachrur Rosyadi | 42.5 |
| 8 | 5822 | Faridah | 30 |
| 9 | 5830 | Fika Rahmatul Laili | 21.5 |
| 10 | 5836 | Fiya Wadudah | 49.5 |
| 11 | 5843 | Hidayatul Ilmiyah | 39 |
| 12 | 5844 | Hilyatul Afkar | 33 |
| 13 | 5845 | Himmawan Sabda Maulana | 40 |
| 14 | 5852 | Ima Sulistianah | 39 |
| 15 | 5857 | Irmah Nur Lailia | 44 |
| 16 | 5862 | Jauharotul Maknunah | 64.5 |
| 17 | 5863 | Khoirotul Izzah | 30.5 |
| 18 | 5885 | Maratus Silmiyah | 35 |
| 19 | 5886 | Marufah | 53 |
| 20 | 5908 | Muhammad Billy Rahman | 75 |
| 21 | 5911 | Muhammad Hisyam Fayrus | 66 |
| 22 | 5916 | Muhammad Rasyid Ridho | 57.5 |
| 23 | 5922 | Nadidah Safitri | 45.5 |
| 24 | 5924 | Najihul Qiwam | 35 |
| 25 | 5949 | Nurillah Anggraini | 35.5 |
| 26 | 5950 | Nurul Hidayah | 51.5 |
| 27 | 5953 | Nurul Wakhidatul Ummah | 93 |
| 28 | 5972 | Rofi Rosidah | 75 |
| 29 | 5975 | Rozzalia Varadian | 30.5 |
| 30 | 5985 | Sivri Alvian Maulana | 48.5 |
| 31 | 5995 | Tryas Mauluddian Pertiwi | 44.5 |
| 32 | 6005 | Warda Indadihayati | 30.5 |
Langganan:
Postingan (Atom)
