SURABAYA - Jika para lulusan SMA masih ingin mendalami bidang keterampilan tertentu di sekolah menengah kejuruan (SMK), Dispendik bakal memberikan pintu. Tahun mendatang, Dispendik siap mengeluarkan kebijakan menerima lulusan SMA untuk bersekolah kembali di SMK.
Wacana tersebut dilontarkan Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas Prof Dr Suyanto ketika meresmikan Surabaya sebagai kota vokasi dan membuka OSTN (Olimpiade Sains Terapan Nasional) 2008 di SMKN 5 Surabaya Sabtu lalu (29/11).
''Ya, kami akan menangkap peluang yang diberikan pusat itu dan langsung menjalankannya,'' ujar Kepala Dispendik Kota Surabaya Sahudi.
Menurut dia, keinginan menerima lulusan SMA di SMK itu sebenarnya muncul sejak dulu. Pertimbangannya, banyak sekali lulusan SMA yang menganggur karena tidak mempunyai keterampilan apa pun. Namun, pihaknya belum sempat menggarap usul tersebut ke pusat. ''Nah, dengan masuk SMK, mereka akan mendapatkan keterampilan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri,'' katanya.
Sahudi menjelaskan, salah satu nilai tambah program itu nanti adalah ijazah SMK yang didapatkan lulusan SMA. Selain mendapatkan ijazah dan keterampilan, lulusan SMA yang berminat masuk SMK tidak perlu sekolah tiga tahun. Sebab, mereka tentu sudah menguasai kompetensi dasar yang telah diajarkan saat di bangku SMA.
''Di SMK nanti dia hanya belajar keterampilan yang diinginkan. Misalnya saja ingin membuka bengkel, ya masuk jurusan otomotif,'' jelas Sahudi.
Pembentukan desain SMK nonformal itu akan segera digarap. Dispendik segera berkonsultasi dengan pusat. Dengan demikian, Sahudi berharap agar pada awal tahun depan atau setidaknya pada penerimaan siswa baru (PSB), SMK nonformal tersebut bisa dijalankan.
Pria kelahiran Banyuwangi itu menyatakan sangat senang dengan umpan yang diberikan pusat tersebut. Selain mengukuhkan Surabaya sebagi kota vokasi, program itu diyakini bakal membantu ratusan lulusan SMA yang masih menganggur. Tidak tertutup kemungkinan siswa yang putus sekolah di SMA bisa melanjutkan ke SMK nonformal tersebut.
''Yang penting sekarang adalah segera membuat grand desain SMK nonformal ini. Dengan demikian, para lulusan yang masih menganggur ini bisa terbantu,'' tegasnya. (sha/hud)
Senin, 01 Desember 2008
Kamis, 27 November 2008
Janji pengumuman sertifikasi guru kuota 2008 awal Desember
Kamis, 27 November 2008 ] Sertifikasi Guru Kuota 2008
SURABAYA - Penantian para guru yang menunggu kepastian pengumuman kelulusan sertifikasi kuota 2008 segera terjawab. Tim sertifikasi Depdiknas menjanjikan awal Desember nanti pengumuman kelulusan sertifikasi dilakukan. Per 1 Januari 2009, mereka yang lulus berhak mendapat tunjangan profesi pendidik (TPP).
''Awal Desember sudah bisa diumumkan. Tidak sampai akhir bulan,'' kata Ketua Tim Sertifikasi Depdiknas A. Mukhadis setelah menghadiri seminar Hari Guru di ITS kemarin (26/11).
Saat ini, nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus sudah masuk dalam database. Data itu siap dikirim ke Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara seperti Unesa. Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk disebarluaskan ke guru-guru.
Anggaran TPP untuk peserta sertifikasi kuota 2008 sudah ada dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). ''Jika tidak segera diumumkan, tunjangan yang seharusnya didistribusikan bisa hangus,'' ujar Mukhadis.
Soal surat keputusan (SK) lulus sertifikasi, dia tidak bisa menjanjikan dapat diterbitkan bersamaan antara guru yang lolos jalur portofolio dan pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Bagi yang lolos melalui portofolio, tentu saja SK bisa didapatkan setelah mereka dinyatakan lulus. Bagi yang ikut PLPG tidak bisa demikian.
''Bagi yang memungkinkan, diterbitkan secara bersamaan. Yang tidak terjangkau, karena belum lulus PLPG, harus sabar menunggu giliran,'' ujarnya.
Ada kemungkinan PLPG bagi guru yang tidak lulus sertifikasi kuota 2008 molor dari jadwal yang ditentukan. Tim sertifikasi berharap sebelum akhir Desember pengumuman kelulusan peserta PLPG bisa dilaksanakan semua. Dengan begitu, mereka juga mendapat tunjangan profesi sama dengan guru yang telah lulus melalui jalur portofolio.
''Sampai minggu ketiga Desember nanti, kami akan evaluasi pelaksanaan PLPG untuk menentukan langkah selanjutnya,'' katanya. (may/hud)
Janji Pengumuman Awal Desember
SURABAYA - Penantian para guru yang menunggu kepastian pengumuman kelulusan sertifikasi kuota 2008 segera terjawab. Tim sertifikasi Depdiknas menjanjikan awal Desember nanti pengumuman kelulusan sertifikasi dilakukan. Per 1 Januari 2009, mereka yang lulus berhak mendapat tunjangan profesi pendidik (TPP).
''Awal Desember sudah bisa diumumkan. Tidak sampai akhir bulan,'' kata Ketua Tim Sertifikasi Depdiknas A. Mukhadis setelah menghadiri seminar Hari Guru di ITS kemarin (26/11).
Saat ini, nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus sudah masuk dalam database. Data itu siap dikirim ke Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara seperti Unesa. Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk disebarluaskan ke guru-guru.
Anggaran TPP untuk peserta sertifikasi kuota 2008 sudah ada dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). ''Jika tidak segera diumumkan, tunjangan yang seharusnya didistribusikan bisa hangus,'' ujar Mukhadis.
Soal surat keputusan (SK) lulus sertifikasi, dia tidak bisa menjanjikan dapat diterbitkan bersamaan antara guru yang lolos jalur portofolio dan pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Bagi yang lolos melalui portofolio, tentu saja SK bisa didapatkan setelah mereka dinyatakan lulus. Bagi yang ikut PLPG tidak bisa demikian.
''Bagi yang memungkinkan, diterbitkan secara bersamaan. Yang tidak terjangkau, karena belum lulus PLPG, harus sabar menunggu giliran,'' ujarnya.
Ada kemungkinan PLPG bagi guru yang tidak lulus sertifikasi kuota 2008 molor dari jadwal yang ditentukan. Tim sertifikasi berharap sebelum akhir Desember pengumuman kelulusan peserta PLPG bisa dilaksanakan semua. Dengan begitu, mereka juga mendapat tunjangan profesi sama dengan guru yang telah lulus melalui jalur portofolio.
''Sampai minggu ketiga Desember nanti, kami akan evaluasi pelaksanaan PLPG untuk menentukan langkah selanjutnya,'' katanya. (may/hud)
Langganan:
Postingan (Atom)
